MPI Lampung - Tulisan ini sebuah
renungan untuk menyisihkan sedikit waktu untuk ibadah, apalagi dengan banyak
waktu. Terinspirasi dari teman saya yang setiap hari lewat di hadapan saya,
seorang muadzdzin di masjid kantor saya, setiap itu pula saya melihat jam,
selalu menunjukkan 5 menit sebelum waktu adzan shalat fardhu. Sejenak saya
berfikir beberapa hal karenanya.
Subhanallah, hanya dengan menyisihkan waktunya 5 menit
sebelum orang lain, dia mendapatkan pahala mengumandangkan adzan, yang akan
dipanjangkan lehernya di hari kiamat.
Yang dimaksud “yang
paling panjang lehernya di antara manusia pada hari kiamat” adalah;
Pertama, mereka adalah
orang yang paling banyak harapannya pada saat orang-orang dalam kesusahan
sedangkan mereka (para muadzdzin) sangat berharap diizinkan bagi mereka untuk
masuk surga.
Kedua, mereka (para
muadzdzin) sangat dekat dengan Allah.
Ketiga, mereka (para
muadzdzin) tidak akan tenggelam di dalam keringat mereka, karena sesungguhnya
manusia pada hari kiamat mereka berada di dalam keringat mereka sesuai dengan
kadar amalan-amalan mereka.
Keempat, mereka (para
muadzdzin) akan menjadi pemimpin-pemimpin pada hari kiamat. Orang Arab
mengungkapkan kepemimpinan dengan panjang leher.
Kelima, mereka (para
muadzdzin) tidak akan hina dan menundukkan pandangannya pada hari kiamat malu.
(Lihat kitab At Taisir Bisyarh Al Jami’ Ash Shaghir, karya Al Munawi dan kitab
An Niayah Fi Gharib Al Atsar, karya Ibnu Al Atsir).
Subhanallah, hanya
dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan pahala duduk di shaf pertama
yaitu sangat besar sampai boleh berundi untuk mendapatkannya.
“Abdurrahman
bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas
orang-orang yang di shaf pertama.” (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al
Albani di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib, no. 492).
Maksud dari “Allah dan
para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang dishaf pertama” adalah:
Pertama, Allah
merahmati atas orang-orang yang shalat di shaf pertama dan para malaikat berdoa
bagi mereka mendapatkan taufik dan yang lainnya. (Lihat kitab Mir’atul Mafatih
Syarh Misykat Al Mashabih, karya Al Mubarakfuri).
Kedua, Allah Ta’ala
memuji orang-orang yang shalat di shaf pertama di hadapan para malaikat dan
para malaikat mendoakan mereka mendapat ampunan, rahmat dan berkah. Lihat pada
kitab Shahih Bukhari pada bab:
“Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Jikalau manusia mengetahui apa yang ada di dalam adzan dan
shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan hal itu kecuali dengan berundi
atasnya maka niscaya mereka akan berundi, jikalau mereka mengetahui apa yang
ada di dalam bersegera pergi ke masjid maka niscaya mereka akan berlomba-lomba
kepadanya, jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam shalat isya’ dan
shalat shubuh maka niscaya mereka akan mendatangi keduanya walau dalam keadaan
merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibnu Rajab rahimahullah
berkata,
Sabda beliau (Rasulullah): “Jikalau
manusia mengetahui apa yang ada di dalam adzan dan shaf pertama”, maksudnya
adalah jikalau mereka mengetahui di dalam keduanya terdapat berupa keutamaan
dan ganjaran pahala, kemudian mereka tidak mendapati untuk mendapatkan keduanya
kecuali dengan berundi atasnya maka niscaya mereka akan berundi untuk
mendapatkan keduanya sebagai bentuk persaingan dan ingin mendapatkan keutamaan
dan pahala keduanya.” (Lihat kitab Fath Al Baari, karya Ibnu Rajab).
Subhanallah, hanya
dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan
pahala sebanyak jamaah yang shalat karena panggilan adzannya.
“Ubay
bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “…Dan sesungguhnya shalat seseorang bersama satu orang lebih baik
daripada shalatnya sendirian, dan shalatnya bersama dua orang lebih baik
daripada shalatnya satu orang, dan apa saja yang lebih banyak (jumlah
jama’ahnya) maka itu yang paling diskuai oleh Allah Ta’ala.” (HR. Abu Daud dan
dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahih At targhib wa At Tarhib, no. 411).
Syaikh Abdul Muhsin Al
Abbad hafizhahullah berkata,
“Ini
menunjukkan keutamaan shalat berjamaah, karena shalat seseorang bersama satu
orang lebih baik daripada shalatnya sendirian, dan shalatnya bersama dua orang
lebih baik daripada shalatnya satu orang. Dan setiap kali bertambah banyak maka
itu yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla, dan ini menunjukkan kepada
kita tentang keutamaan shalat berjamaah bahkan menunjukkan akan keutamaan
banyaknya bilangan shalat berjamaah, yaitu setiap kali bertambah maka hal itu
lebih utama dan lebih besar pahalanya di sisi Allah Azza wa Jalla.” (Syarh
Sunan Abu Daud, karya Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah – syamela).
Subhanallah, hanya
dengan menyisihkan lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan pahala duduk
di dalam masjid menunggu shalat yaitu didoakan oleh para malaikat mendapat
rahmat, ampunan dan taubat dari Allah Ta’ala.
“Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Masih saja seorang hamba terhitung di dalam shalat selama dia di tempat
shalatnya menunggu shalat, maka para malaikat berdoa: “Wahai Allah ampunilah
dia, rahmatilah dia sampai dia pergi atau berhadats”, ditanya: “Apakah
(maksudnya) sampai dia berhadats?” dijawab: “mengeluarkan angin atau kentut.”
(HR. Abu Daud).
Di dalam riwayat Muslim, “Jika
dia masuk masjid, maka dia ada di dalam shalat selam shalat menahannya dan para
malaikat akan bershalawat atas salah seorang diantara kalian selama dia di
tempat yang dia shalat di dalamnya, mereka berdoa: “Wahai Allah rahmatilah dia,
Wahai Allah ampunilah dia, wahai Allah terimalah taubatnya”, selama dia tidak
menyakiti di dalamnya atau berhadats di dalamnya.” (HR. Muslim).
Subhanallah, hanya
dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan
pahala selalu melaksanakan shalat rawatib yaitu dibangunkan sebuah rumah di
surga.
“Ummu
Habibah radhiyallahu ‘anha berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang shalat sebnayak dua
belas rakaat pada sehari dan semalam, maka dibangunkan baginya sebuah rumah di
dalam surga.” (HR. Muslim).
Subhanallah, hanya
dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan
pahala berdoa diantara adzan dan iqamah, yaitu doanya tidak tertahan dan
tertolak.
“Anas
bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Tidak ditolak doa antara adzan dan iqamah.” (HR. Abu Daud).
Ash Shan’any
rahimahullah berkata, “Dan
hadits ini adalah dalil yang menunjukkan diterimanya doa pada tempat-tempat
seperti ini, karena tidak ditolak dimaksudkan dengannya adalah penerimaan dan
pengabulan, ini juga umum untuk setiap dia dan harus dibatasi dengan
hadits-hadits lainnya yang menyebutkan bahwa selama bukan doa berupa dosa atau
memutuskan silaturrahim.” (Lihat kitab Subul As Salam, karya Muhammad Ash
Shan’any, 1/131).
Sebab kenapa
dikabulkannya doa antara adzan dan iqamah, mari lihat penjelasannya dari Syaikh
Abdul Muhsin Al Abbad hafizahullah “Dan
bahwa hal itu (berdoa antara adzan dan iqamah) termasuk sebab dikabulkannya dia
atau merupakan waktu-waktu yang di dalamnya dikabulkan doa, yang demikian itu
karena manusia ketika antara adzan dan iqamah menunggu shalat dan dia masih
(dihitung) di dalam shalat dan ibadah dan di dalam perasaan menuju kepada Allah
‘Azza wa Jalla, jauh dari kesibukan dunia, pembicaraan di dalamnya serta
keterkaitan dengannya, maka jadilah waktu itu termasuk waktu yang dikabulkan di
dalamnya dia dan diharapkan di dalamnya pengabulan doa.” (Lihat Syarah Sunan
Abu Daud, karya Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah – syameela).
Subhanallah, hanya
dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan
pahala shalat berjamaah yaitu 27 derajat lebih tinggi daripada shalat
sendirian.
“Abdullah
bin Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Shalat berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian
dengan dua pulu tujuh derajat.” (HR. Muslim).
Demikianlah… masih
banyak pahala dan ganjaran yang luar biasa yang Allah sediakan, padahal hanya
menyisihkan waktu lima menit sebelum orang lain.
Tulisan ini bukan hanya
sekedar berlomba menjadi muadzdzin akan tetapi lebih condong mengajak dan
memotivasi kita bagaimana dengan hanya menyisihkan beberapa menit, beberapa
jam, beberapa waktu untuk meluangkan ibadah maka niscaya dia akan mendapatkan
keuntungan dunia sebelum akhirat.
Tujuan tulisan ini
untuk orang-orang yang tidak mampu menyisihkan sedikit waktunya untuk beribadah
apalagi banyak waktunya.
Untuk contoh silahkan
cari dan telaah sendiri.. Semoga bermanfaat saudaraku… BEDANYA CUMA LIMA
MENIT!!!
(ahmad zainudin, Lc/muslim.or.id)


0 Komentar