MPI Lampung - Sebuah kongres ulama
Muslim Sunni terkemuka pada hari Kamis (13/6/2013) mengeluarkan seruan untuk
perang suci terhadap pemerintah Damaskus dan sekutu-sekutu Syi'ah nya.
Menutup sebuah
konferensi di Kairo di mana lebih dari 70 organisasi akademis Sunni diwakili,
seorang ulama terkemuka Mesir membuat pernyataan di televisi mengatakan para
musuh pejuang oposisi Suriah melancarkan "perang terhadap Islam".
"Jihad diperlukan
untuk kemenangan saudara-saudara kita di Suriah - jihad dengan pikiran, uang,
senjata, semua bentuk jihad," kata ulama Mohamed Hassan, membaca dari
pernyataan itu.
Pernyataan itu
menyerukan "dukungan, apa pun akan menyelamatkan rakyat Suriah dari
cengkeraman pembunuhan dan kejahatan oleh rezim sektarian".
"Apa yang terjadi
pada saudara-saudara kita di tanah Suriah, dalam hal kekerasan yang berasal
dari rezim Syi'ah Iran, Syi'ah Hizbullah dan sekutu sektarian nya, dianggap
sebagai deklarasi perang terhadap Islam dan masyarakat Muslim pada
umumnya," kata Hassan.
Republik Syi'ah Iran
yang non-Arab telah lama mensponsori pemerintahan Bashar Al-Assad, yang
didominasi oleh rekan-rekan Syi'ah Alawi sang presiden.
Kongres tersebut
mendesak pemerintah untuk tidak bekerja sama tidak hanya dengan Iran, tapi juga
dengan Rusia dan China, yang telah memblokir resolusi PBB yang bertujuan
memberi sanksi pada Assad.
Seruan ini mendesak
pejuang oposisi, sebagian besar berasal dari Muslim Sunni yang mayoritas
Suriah, untuk mengatasi perbedaan-perbedaan internal mereka. Seruan itu
mengkritik pemerintah-pemerintah yang telah melabeli beberapa mujahidin sebagai
"teroris", suatu faktor yang Amerika Serikat dan yang lain-lain telah
gunakan untuk membenarkan keengganan mereka untuk mempersenjatai pejuang
oposisi.
Di antara mereka yang
hadir dalam kongres tersebut adalah Syaikh Yusuf Al-Qaradawi, seorang ulama
ternama Mesir yang berbasis di Qatar yang dekat dengan Ikhwanul Muslimin yang
berkuasa di Mesir, tetapi pernyataan itu tidak secara eksplisit mengulangi
seruannya dua pekan yang lalu bagi Muslim Sunni untuk pergi berperang di
Suriah.
(voa-islam.com)



0 Komentar