mpilampung.org - Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) Lampung mengadakan
Mabit pada hari Sabtu malam (12/09/2015) di Masjid Al-Wasi'i Universitas
Lampung. Acara tersebut dihadiri beberapa mahasiswa kampus luar Unila, seperti
IBI Darmajaya (UKM As-Salam IBI Darmajaya), Poltekkes, Teknokrat, Malahayati
dan IAIN Raden Intan Lampung.
Acara diiawali dengan tilawah dan sambutan
keetua MPI Lampung. Acara dilanjuttkan dengan taausiyah Mabit menghadirkan Da'i
asal Pulau Natuna, Ustad Abdul Kafi Hamdan,Spd.I. "Ketika Hidayah Menyapa
Kampusku" adalah tema yang diangkat pada saat acara mabit. Dalam
Tausiyahnya, Ust. Abdul Kafi menjelaskan betapa pentingnya menjaga hidayah.
"Adapun tantangan para pemuda dalam
menjaga hidayah adalah hawa nafsu" jelas Da'i pulau Natuna tersebut.
"Dan setan pun tidak pernah rela manusia terkena hidayah" tambahnya.
Beliau juga mnjelaskan ayat dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 22 yang artinya
:
"Dan setan berkata ketika perkara telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.”Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih."
Agenda mabit dilanjutkan dengan taaruf sesama peserta mabit, makan malam, qiyamul lail dan Kuliah Shubuh bersama Ustadz Fadzlan Garamatan, Da'i asal Papua yang telah memualafkan lebih dari dua ratus ribu rakyat pedalaman di Papua. Dalam kuliah Shubuh yang bertemakan "Perjalanan Dakwah di Bumi Mutiara Hitam", Ustadz Fadzlan menceritakan bagaimana perjalanan dakwahnya dari memualafkan pendeta, kepala suku, hingga memualafkan lebih dari dua ratus ribu rakyat Papua.
"Dakwah adalah pekerjaan yang paling bergengsi, dulunya saya adalah
seorang PNS (pegawai negeri sipil) kemudian berpindah profesi menjadi PNS
(pegawai Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam)" ujar Da'i sabun dan shampoo
tersebut. Sebagai penutup beliau memutarkan video pengucapan dua kalimat syahadat
oleh rakyat papua. Sebagai kenang-kenangan, diakhir acara kuliah Shubuh Ustadz
Fadzlan menerima bingkisan berupa kaos bertuliskan “Perjalanan Dakwah di Bumi
Mutiara Hitam, Fadlan Garamatan” dari segenap pengurus MPI Lampung.
Reporter : M. Aulia




