Perkara Kedua: Hendaklah kalian tegas kepada
orang-orang kafir dan lembut terhadap orang-orang beriman. Inilah sifat nabi
Muhammad صلى الله عليه وسلم dan para
sahabatnya. Sebagaimana firman Allah جل جلاله,
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan
dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama
mereka. ” (Al-Fath: 29).
Tentang sifat generasi handal yang menggantikan orang-orang yang murtad
ke arah belakang, (tidak mau berkorban di jalan Allah ta'ala),
“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad
dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.”
(Al-Maidah: 54)
Dan Allah جل جلاله berfirman,
“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang
munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka
Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (At-Taubah: 73)
Terhadap orang-orang kafir yang menentang Allah dan rasul-Nya, memusuhi
wali-wali Allah جل جلاله, menghalang-menghalangi manusia dari jalan Allah, maka
seranglah mereka seganas-ganasnya. Dengan cara, menjelaskan aib-aibnya,
menyingkap rahasia dan kedok-kedoknya, membongkar makar, dan kedustaan klaim
mereka. Juga dengan menampakkan kejahatan dan keburukan mereka dalam bentuk
yang sangat menjijikan.
Juga menjelaskan kepada mereka tentang tujuan mereka yang hanya mengarah
kepada penyembahan nafsu binatang yang bercokol pada diri mereka. Hal ini
sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an, dimana Allah جل جلاله menyifati
mereka dengan sifat-sifat yang sangat buruk dan menjijikan. Allah menyingkap
cita-cita mereka yang busuk dan kedengkian mereka terhadap umat Islam, dan
kebathilan yang mereka pendam dalam hatinya dibongkar oleh Allah جل جلاله. Allah جل جلاله berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu
najis. ” (At-Taubah: 28)
Laporan Khusus SYAMINA Edisi VI/Oktober 2013
Tentang orang-orang munafik Allah جل جلاله berfirman
“Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah
najis.” (At-Taubah: 95)
Ayat-ayat yang terkait ini sangat banyak (QS. 8:22&55, 25:44, 2:12&254,
55:43, 77:46). Semuanya terkait tentang keburukan orang-orang kafir dan
kenajisan mereka. Sebab, mereka dosa yang mereka perbuat, yaitu dosa syirik.
Walau mereka berusaha membersihkan diri mereka dengan slogan-slogan kosong,
seperti; perdamaian, kebebasan, persamaan, persahabatan, kebudayaan, kemajuan
dan moderinisasi dan sebagainya, tetaplah najis, bangkai dan menjijikan. Tidak
akan bisa disucikan kecuali dengan bertauhid. Dan Allah tidak akan menerima
amal seseorang yang tanpa tauhid. Allah جل جلاله berfirman:
“Dan sekiranya orang-orang yang lalim mempunyai apa yang ada di bumi
semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus
dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi
mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.” (Az-Zumar: 47)
Wajah orang kafir tetap menghitam, bekas-bekas dosa dan kekufuran
menyisakan noda-noda hitam diwajah mereka, sehingga terlihat gelap, walau
mereka selalu bermake-up untuk membersihkan noda itu. Allah جل جلاله berfirman:
“Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang
setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung
pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan
kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya. ” (Yunus: 27)
Diantara tugas media jihad hari ini adalah menyingkap tabir yang
menutupi kebusukan mereka di hadapan masyarakat. Penyingkapannya harus
betul-betul mampu membuat masyarakat merasa jijik dan tidak simpatik terhadap
mereka. Sebagaimana alQur’an menyingkap hal ini. Demikian juga menyingkap
kebathilan istilah kemanusiaan yang mereka dengung-dengungkan, dengan menyebut
pelanggaran dan kejahatan mereka terhadap kemanusiaan, bahwa kemanusiaan adalah
istulah palsu yang mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan nafsu
mereka sendiri yang egois. Justru kemanusiaan adalah korban kejahatan pertama
mereka.
Ini dan yang semisalnya adalah korban kejahatan mereka. Terutama Amerika,
ialah yang terdepan dalam menghadang umat Islam. Ia menjadi gembong musuh umat
Islam, menjadi sebab kesengsaraan bangsa-bangsa di dunia, terkhusus muslimin
hari ini. Tidak perlu berpikir serius dan berletih-letih dalam membantah akidan
dan pemikiran mereka. Cukup dengan menampakkan realitas kejahatan kemanusiaan
sepanjang sejarah dan kejahatan-kejahatan merekadi tiap hari di medan jihad.
Jangan lupa sebutkan juga kejahatan kemanusiaan Yahudi bersama Amerika.
Bahwa kedua Negara ini telah mengumumkan saling bahu membahu untuk menegakkan
Negara Yahudi siang dan malam. Sehingga semua manusia menyadari bahwa Israel
adalah Amerika dan Amerika adalah Israel yang sama-sama layak dihukum atas
kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan.
Untuk membongkar kejahatan mereka ini, kita tidak perlu capek-capek
berstigma atau beropini atas kejahatan mereka, tetapi kejahatan mereka yang
tampak di depan manusia, jika didokumentasi dan dikelola dengan baik oleh
media, itu sudah cukup untuk meyakinkan masyarakat dunia bahwa keduanya memang
penjahat kemanusiaan dan layak dihukum atas kejahatan itu. Nah siapakah media
itu selain kalian?
Dalam masalah ini hendaklah kalian mencontoh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Hendaklah
kalian mengikuti beliau, yang dengan contoh ini kalian bisa mempecundangi
orang-orang kafir dengan lisan-lisan kalian, tulisan-tulisan kalian mampu
menyetir orang kafir, kalian bisa melakukan banyak cara dalam membongkar
kejahatan-kejahatan mereka dan menyebarkan di berbagai belahan bumi, sungguh
yang demikian lebih menyakitkan bagi mereka dari anak panah yang menancap di
tubuh mereka. Sehingga walau mereka menolak itu semua, namun engkau akan
melihat dampak buruk bagi mereka dari usaha kalian dari masa ke masa. Kenyataan
pahit ini akan terungkap lewat lisan-lisan para pimpinan kafir maupun para
politikusnya. Usaha untuk menutup web-web kalian, adalah bukti rasa sakit
mendalam yang terpendam itu.
Dari ‘Aisyah RA, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Cela-lah Quraisy (lewat Syair) karena itu lebih menyakitkan bagi mereka dari
pada tancapan panah. Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengutus
utusan ke Ibnu Rawahah, beliau memerintahkannya, ‘Cela-lah mereka,’ Lalu Ibnu
Rawahah mencela Quraisy, tetapi belum berkenan di hati beliau صلى الله عليه وسلم. Beliaupun
mengutus utusan ke Ka’ab bin Malik dan seorang utusan ke Hassan bin Tsabit.
Maka ketika utusan itu masuk menemui Hassan, Hassan RA berkata, “Sungguh telah
tiba masanya engkau mengutus singa yang mengibas-ngibaskan ekornya. Menjulur
dan menggerak-gerakkan lidahnya. Demi Dzat yang telah mengutus engkau dengan
kebenaran, saya akan menyayat hati kaum kafir Quraiys dengan sya’ir saya ini,
seperti sayatan kulit. ” (HR. Muslim)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Seranglah dengan Sya’ir, sesungguhnya seorang mukmin
itu berjihad dengan diri, harta dan demi Dzat yang jiwa Muhammad صلى الله عليه وسلم di
Tangan-Nya, berjihadlah dengan tangan kalian. Sya’ir itu seperti serangan
dengan panah. ” (HR. Ahmad)
Imam Ahmad juga meriwayatkan, Ammar RA berkata, “Ketika orang-orang
musyrikun menyindir kami (dengan sya’ir), kami melaporkan hal itu kepada
Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
‘Katakanlah seperti apa yang mereka katakan!’ Ammar berkata, ‘Sungguh kalian
melihat kami mengajarkan (bersya’ir) para budak wanita di Madinah. ”
Al-Haitsami berkata, ‘hadits ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, al-Bazzar juga
meriwayatkan yang semakna, Thabrani, rijalnya tsiqqoh. Namun Syaikhal-Arna’uth
mendha’ifkannya.
Dan hadits semakna dengan hadits di atas masih banyak. Walaupun
hadits-hadits tersebut berbicara tentang sya’ir, namun intisarinya adalah
membuat marah dan merontokkan moral orang-orang kafir –wallahuA’lam- tujuan
dari ini adalah melemahkan dan meluluh lantahkan semangat orang-orang kafir,
membuat hati mereka kecut. Dan sarananya tidak terbatas pada sya’ir. Namun, apa
saja, terutama perang media yang kalian jalani, karena hal ini lebih
menyakitkan dan lebih mempengaruhi mental orang-orang kafir, dari pada sebuah
anak panah yang menancap di raga mereka.
Selain itu, apa yang menjadi tugas kalian di media yang berupa;
menguatkan hati umat Islam, menaikkan semangat umat Islam dan mujahidin,
menghasung umat untuk menegakkan panji jihad, menyemangati mereka untuk meraih
ganjaran kebaikan di sisi Allah, membangkitkan harapan kemenangan selama
perjalanan panjang. Semuanya ini akan ditulis pahala di sisi Allah جل جلاله -insya
Allah.
Bahkan sebagian ulama menyebutkan salah satu hikmah dari sabda Nabi
Muhammad صلى الله عليه وسلم bahwa sahabat Amir bin al-Akwa’ mendapatkan dua pahala. Bahwa
kedua pahala tersebut adalah; (1) Pahala pertama karena mati syahid di jalan
Allah جل جلاله, (2) Usahanya (syair) yang mampu menguatkan hati pasukan Islam
dan membongkar semangat mereka. Ibnu Bathalrhm berkata, “(Yang dimaksud dua
pahala) adalah pertama pahala mati syahid di jalan Allah جل جلاله, kedua
pahalanya yang menguatkan semangat umat Islam dengan sya’ir dan do’a-do’anya,
saat menghadapi musuh di medan jihad. Sya’ir dan do’anya itu mengobarkan
semangat kaum muslimin dan menguatkan jiwa mereka. Hadits yang semakna telah
diriwayatkan dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم dari
Abdurrahman bin Ka’b bin Malik, dari bapaknya, bahwa bapaknya pernah berkata
kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, “Sesungguhnya Allah menurunkan apa yang ada di sya’ir apa yang
Allah telah turunkan." Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
‘Sesungguhnya mukmin itu berjihad dengan jiwa dan lisannya. Demi Allah, (dengan
sya’ir) seakan-akan kalian telah menembakkan anak panah ke arah mereka.”
Maka hendaklah program-program
kalian di media teratur dan terorganisir dengan baik. Ada pola hubungan yang
baik antara web, yayasan media, dan usaha-usaha pribadi. Seperti, ada rencana
yang matang antara kalian yang berjangka waktu tertentu. Bisa jadi dengan
meramaikan atau menghidupkan kembali peristiwa atau perkara yang sudah
disingkirkan oleh media-media orang kafir dari pikiran manusia. Atau apa saja
yang sesuai kondisi dan waktu. Kalian buat film dokumenter, makalah, sya’ir
maupun analisa. Jika kalian istiqomah dan mencurahkan kesungguhan dalam hal
ini, maka sungguh perkara ini akan lebih terasa di jiwa mereka dan moral
mereka. Namun sebelum ini semua, hendaklah keikhlasan, beristi’anah dan
bertawakkal kepada Allah senantiasa kalian jaga.
Baca halaman selanjutnya : Perkara ketiga...
Baca halaman selanjutnya : Perkara ketiga...

