MPILampung.Org, Bandar Lampung – Penolakan dan pembubaran pengajian oleh
Ormas (Banser.Red) kembali terjadi. Kali ini, pengajian yang dibubarkan ialah
pengajian Ustadz Felix Siauw yang akan dilaksanakan di Bangil, Jawa Timur, pada
Sabtu (04/11/2017) kemarin.
Ustadz Felix Siauw
“Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Pengajian kok bisa-bisanya dibubarkan?
Ada apa dengan Banser? Siapa yang lagi sakit ini?” ujar salah satu Nitizen
@DakwahMahasiswa di akun Twitternya. Pada artikel Kiblat.net yang berjudul “Kyai
ini Sebut Banser ‘Sakit’” terdapat juga sebuah pernyataan dari Gusnur “Banser
itu sakit, fokus sembuhkan internalmu dulu daripada sibuk bubarkan pengajian.
Fokus sembuhkan penyakit akhlakmu, termasuk SDM mu sendiri. Bersihkan
organisasimu, bersihkan jiwamu, dari najis-najis politik, dari uang syubhat,” ujarnya.
Apa iya seorang Felix Siauw ini manusia yang mengancam? Padahal kita
ketahui bersama Felix Siauw adalah seorang mualaf bermata sipit yang merupakan
seorang pendakwah yang cukup terkenal. Ternyata tidak hanya Felix Siauw yang
mengalami kejadian seperti ini, beberapa Da’i pun pernah mengalami kejadian
diusir oleh Banser. Jadi siapakah sebenarnya banser ini? Sungguh ironis sekali.
“Alasan saya ditolak dan diusir sangat klasik sekali, yaitu tuduhan dan
fitnah, anti NKRI, anti Pancasila. Lebih lucu lagi, yang diangkat ormas yang
melabeli diri paling toleran dan paling NKRI ini, saya ditolak karena pentolan
HTI, padahal HTI sudah dibubarkan oleh penguasa” ujar Ustadz Felix Siauw di
salah satu akun media sosialnya. “Saya juga mendoakan saudara saya GP Ansor dan
Banser semoga Allah memberikan mereka Izzah, sehingga mampu memuliakan agama,
santun dan lembut kepada saudara seiman” sambungnya.
Penulis bukan bermaksud untuk membela Ustadz Felix Siauw, tetapi penulis
hanya berusaha mengkritisi apa yang sebenarnya sedang terjadi. Karena jika
memang ustadz Felix mengancam, mana buktinya? Berapa nyawa yang sudah
direnggutnya? Atau kerusakan apa saja yang telah diperbuatnya?
Kita sebagai seorang muslim harus bijak dalam menyikapi ini semua, dapat
membedakan mana yang haq dan mana yang batil. Jangan sampai kita sebagai
seorang muslim dapat diadu domba oleh oknum tertentu yang menginginkan
perpecahan di tubuh umat Islam.
Penulis: Ricki Cahya Utama



1 Komentar
Nice
BalasHapus